Warung Bebas

Senin, 16 Juli 2012

[Must Read ] 9 Hal hidup sederhana Ala Norwegia

MENURUT PBB lewat Human Development Index (Indeks Pembangunan Manusia) Tahun 2011, penduduk Norwegia adalah yang paling bahagia di dunia bila dilihat dari sejumlah indikator. Misalnya, aspek pendapatan, pendidikan, kesehatan, angka harapan hidup, ekonomi, kesetaraan gender, dan berbagai aspek penunjang lainnya.

Khusus pendapatan, sebagai pembanding, pendapatan per kapita penduduk Norwegia tahun 2011 adalah 47.557 dolar AS (449,5 juta rupiah) dan usia harapan hidup mereka 81,1 tahun. Sedangkan Indonesia hanya 3.542 dolar AS (33,5 juta rupiah) dan usia harapan hidup penduduknya, 70,76 tahun.
Kendati negara mereka supermakmur, penduduknya berpenghasilan tinggi, dan fasilitas publiknya sangat bagus, namun gaya hidup mereka tetap terlihat sederhana (dibandingkan dengan pendapatan mereka).
Berikut ini adalah beberapa gambaran tentang gaya hidup sederhana atau hemat mereka yang saya perhatikan selama kuliah di negara ini.

Pertama, mereka membawa makan siang dari rumah. Sebenarnya di setiap kantor tersedia kantin yang menyediakan berbagai menu makanan. Namun, mereka tetap lebih senang membawanya dari rumah dan makan di kantin bersama rekan-rekan kerja. Pengelola kantin tidak mempersoalkan itu. Walaupun demikian, sebagian dari mereka ada juga yang membeli makan siang di kantin.

Kedua, bagi mereka, makan besar (dengan menu lengkap) hanya sekali sehari, yaitu saat makan malam. Sedangkan saat makan siang menunya sangat sederhana. Cuma roti, salad, dan buah.




Ketiga, ukuran dan model rumah yang sederhana. Hampir semua rumah di Norwegia memiliki model dan ukuran yang hampir sama antara satu dengan yang lain.
Mayoritas rumah terbuat dari kayu dan mengikuti model serta warna tradisional mereka: merah atau krem. Setiap rumah memiliki pagar kayu setinggi satu meter.

Keempat, suami istri tidak memiliki pembantu rumah tangga di rumah. Kendati suami dan istri sama-sama sibuk bekerja, namun semua urusan di rumah diurus sendiri oleh pemiliknya.
Istri dan suami punya tanggung jawab yang sama dalam mengurus rumah tangga, mulai dari memasak, mencuci, membersihkan rumah, bahkan menjaga anak.

Kelima, warga Norwegia senang berjalan kaki dan bersepeda. Walau nyaris semua warganya memiliki mobil, namun berjalan kaki dan bersepeda merupakan hal yang mereka senangi. Saya sering melihat dosen-dosen yang rumahnya tidak terlalu jauh dari kampus selalu berjalan kaki atau bersepeda ke kampus.

Keenam, mereka lebih banyak menghabiskan waktu luang di rumah daripada di kafe. Bila sedang tidak memiliki aktivitas, maka mereka akan menghabiskan waktu di rumah. Untuk liburan dan interaksi bersama keluarga dan rekan-rekan, mereka menggunakan waktu akhir pekan.
Biasanya dengan pergi ke bungalow mereka di gunung atau menggunakan karavan bagi yang tidak memiliki bungalow.

Ketujuh, pejabat negara disambut secara sederhana. Selama saya kuliah, ada dua pejabat Norwegia yang berkunjung ke kampus kami, yaitu Menteri Pendidikan dan Menteri Luar Negeri Norwegia.
Tidak terlihat penyambutan mewah yang menguras dana, waktu, atau tenaga banyak orang. Hanya ada satu karangan bungan ucapan selamat datang di dinding kampus.
Yang menyambut di depan pintu kampus hanya rektor dan dekan. Sang menteri pun makan siang di kantin kampus. Tak banyak kenduri di negara ini.

Kedelapan, dalam penyaluran hobi mabuk pun mereka hemat. Untuk ritual mabuk di akhir pekan mereka punya trik hemat, yaitu minum banyak di rumah, baru pergi ke bar, tentunya harus naik taksi.   

Kesembilan, fasilitas pemerintahan tergolong sederhana. Pejabat di Norwegia seperti gubernur, wali kota, atau yang lainnya tidak banyak mendapat fasilitas dari negara.

sumber

0 komentar em “[Must Read ] 9 Hal hidup sederhana Ala Norwegia”

Posting Komentar