Warung Bebas

Senin, 17 September 2012

Mutasi Genetik tidak Menumpuk menjadi Evolusi

Pelepasan radiasi dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima di Jepang yang terjadi pada bulan Maret 2011, telah menghasilkan mutasi-mutasi genetik pada kupu-kupu. Hal ini telah menyebabkan abnormalitas-abnormalitas seperti infertilitas, pola bintik yang kacau, sayap yang cacat, mata yang cacat, antena dan kaki yang berbentuk salah, dan ketidakmampuan untuk keluar dari kepompong mereka (“Mutant Butterflies,” Fox News, 5 Agus. 2012).


 gambar :BBC


 Timothy Mousseau, seorang profesor biologi di Universitas South Carolina yang mempelajari dampak radiasi dari Fukushima dan Chernobyl, mengobservasi bahwa salah satu implikasi dari riset mengenai mutasi adalah bahwa “mutasi yang merugikan dapat diturunkan dari satu generasi ke berikutnya, dan bahwa mutasi-mutasi ini dapat terakumulasi dan bertambah seiring berjalannya waktu.” Bahwa ada implikasi yang lebih besar lagi yang tidak disebutkan dalam laporan ini, yaitu pembuktian kesalahan mitos evolusi, karena mutasi genetik itu membawa sedikit atau tidak ada dampak (misalnya: pola bintik yang kacau) atau mutasi itu bersifat merusak (misal: sayap yang cacat). 

Evolusi makhluk-makhluk hidup bahkan bukanlah suatu teori; itu adalah suatu dongeng yang didasarkan pada nol bukti ilmiah. Judul dari buku Darwin yang berpengaruh adalah “On the Origin of Species” (Mengenai Asal Muasal Spesies), tetapi dia gagal untuk memperlihatkan mekanisma apapun yang dapat menjelaskan asal mula kehidupan ataupun asal mula spesies. Darwin mengusulkan “seleksi alam.”


 Tetapi seleksi alam tidak memiliki kekuatan untuk menciptakan sesuatu. Ia tidak memiliki kekuatan untuk menambahkan informasi genetik yang sangat kompleks dan sistem sel yang luar biasa hebat yang berada di balik banyak makhluk hidup yang kompleks. Sejak zaman Darwin, evolusionis telah mengajukan mutasi genetik sebagai mekanisme yang dapat menciptakan tungkai-tungkai, organ-organ, atau makhluk-makhluk kompleks. Tetapi hal-hal yang rumit tidaklah terjadi oleh peristiwa-peristiwa acak yang bersifat kebetulan. Ambil saja contoh suatu tulisan, seperti Kejadian pasal satu. Tidak mungkin tulisan ini dihasilkan oleh pengetikan secara acak, dan jika perubahan-perubahan acak dimasukkkan ke dalam teks ini, hasilnya pasti tidak mungkin lari dari degradasi, bukan perbaikan. 


Ambil contoh sebuah mesin, seperti pesawat luar angkasa. Mesin ini memiliki dua juta bagian (dan ini masih jauh lebih tidak kompleks daripada sebuah sel bakteri). Perubahan-perubahan acak yang buta tidak mungkin menghasilkan mesin seperti ini atau memperbaiki kondisinya. Ketika saya seorang anak kecil, salah satu paman saya memiliki sebuah mobil balap yang dia kendarai ke suatu pertemuan keluarga. Sepupu saya dan saya menemukan kotak alatnya dan memutuskan untuk menambahkan beberapa mutasi acak kepada mobil balapnya dengan cara mengutak-atik mobil itu dan melepaskan beberapa hal. Saya pastikan anda bahwa kami tidak membuat mobil balapnya tambah baik! Jika dilihat dasarnya, isu evolusi ini mudah dimengerti.


source :wayoflife

0 komentar em “Mutasi Genetik tidak Menumpuk menjadi Evolusi”

Posting Komentar